PHYLUM MOLLUSCA
Mollusca merupakan inverterbrata yang mempunyai
penyebaran luas dengan banyak jenis. Tubuh dari Mollusca dapat digolongkan 2
bagian besar :
- Bagian Lunak
- Bagian-bagian yang keras (shell)
Mollusca diambil dari perkataan latin yaitu suatu
kacang-kacangan yang terbungkus oleh cangkang tipis. Binatangnya menghuni
sebuah cangkang atau cangkangnya terdiri dari dua kelompok yang menutupi
sebagian atau seluruh tubuhnya.
Hewan ini muncul dari permulaan Zaman Kambrium serta
dapat hidup dalam segala macam air dan di darat. Mereka mempunyai daya adaptasi
yang tinggi dan dapat dibuktikan dengan beberapa jenis dapat memanjat pohon,
bukit-bukit yang tinggi dan beberapa lainnya dapat hidup di padang rumput.
Ukuran binatangnya pun berlainan dan berkisar antara beberapa mm sampai 25m.
Tridacna, suatu Pelecyopoda yang sekarang masih hidup dengan memiliki berat
225kg dan ruangan antara kedua kelopak cangkangnya demikian besarnya sehingga
dalam keadaan tertutup pun masih dapat menampung seorang anak kecil.
Bagian yang keras (shell)
Hampir semua golongan mempunyai bagian-bagian yang
keras yang disebut shell, dan umumnya shell ini terdiri dari 3 lapisan :
1. Periostracum : merupakan bagian
yang terluar dan tipis terdiri dari conchiolin, yaitu semacam zat organic.
Bagian ini dapat menebal mengalami caleitisasi
2. Ostarcum : Merupakan lapisan
tengah daripada shell. Bagian inilah yang akhirnya terlihat sebagai garis
tumbuh. Komposisi terdiri dari kalsit/aragonite atau kombinasi keduanya, bahkan
ada yang bercampur dengan conchiolin. Khususnya pada Pelecyopoda, garis tumbuh
ini mempunyai struktur dan bentukyang satu sama lain berlainan.
3. Hypostarcum : merupakan lapisan
yang terdalam terdiri dari kalsit/gamping. Pada kebanyakan Mollusca maka
lapisan ini dihasilkan oleh Epithelium dari pada mantelnya.
Bagian yang lunak
Bagian yang lunak pada Mollusca umumnya memiliki sifat
(umum) :
- tidak bersegmen (ruas)
- menunjukkan cirri khas Bilateral symetri di daerah
anterior, posterior
Adapula bagian-bagian yang lunak yang bersifat labil
antara lain : hati, system nervous, alat-alat respirasi, alat pencernaan,
alat-alat pembuangan, dan kesemuanya itu untuk tiap-tiap kelas mempunyai bentuk
dan kedudukan yang berlainan.
KLASSIFIKASI
Dasar-dasar pembagian phylum Mollusca pada garis
besarnya didasarkan atas keadaan kaki dan bagian-bagian lunak lainnya yang
selanjutnya mengakibatkan perbedaan dari bagian-bagian yang keras.
Maka Phylum ini terbagi menjadi beberapa klas yaitu :
- Klas Amphiureura
- Klas Scaphopoda
- Klas Pelecyopoda
- Klas Gastropoda
- Klas Cepalopoda
Dasar pembagian menjadi golongan yang lebih rendah ;
Sub kelas, family, ordo dan genus; didasarkan pada :
1. Jumlah dan keadaan daripada
alat-alat pernafasan
2. Perbedaan sitem saref
3. Jumlah dan keadaan dari pada otot-otot
4. Struktur dan tipe alat-alat
genetika
5. Struktur dan keadaan radulas jika
ada
6. Keadaan, bentuk serta struktur
dari pada shellnya, termasuk didalamnya struktur dalam shell.
#Klas Amphireura
Dibagi dua ordo :
- Polyplacophora
- Aplacophora
1. Ordo
Polyplacophora
Ordo ini mempunyai bentuk elips memanjang yang
dibagian dorsal terlihat seperti ada perisai yang terdiri dari 8 segmen.
Masing-masing valve mempunyai dua lapisan, lapisan atas yang disebut tegmentum
dengan komposisi zat conchiolin yang bersifat agak porous, sedangkan lapisan
bawahnya disebut artikula montum yang terdiri dari kalsit dan bersifat non
porous.
2. Ordo Aplacopophora :
Mempunyai bentuk seperti cacing dimana tubuhnya
dilapisi oleh semacam mantel. Kaki mengalami suatu kemunduran atau malahan
berupa cilia pada bagian ventral yang berada dari mulut sampai anus. Disini
tidak mempunyai shell, tetapi mantelnya terdapat spiculaw yang bersifat
calcareous yang nantinya inilah yang akan menjadi fosil, maka tidak aneh
apabila aplacophora jarang sekali dijumpai dan hidup pada laut dangkal tetapi
beberapa jenis hidup dengan jalan membuat lubang, umumnya bersimbiosme dengan
jenis koral dan golongan hybrida lainnya, pada daerah-daerah laut dalam.
Contoh spesies kelas Amphireura :
#Klas Schapopoda
Kelas Schapopoda adalah merupakan Mollusca marina,
dimana shell dan mentelnya akan membentuk bersama-sama sebuah tabung yang
melengkung dan terbuka pada kedua ujungnya. Bagian dimana merupakan bentuk yang
kecil (posterior), yang bersar anterior. Otot-otot daging terdapat didekat
akhir posterior, melekat pada shell sedang pada anterior yang berbentuk conus
akan keluar kaki, dan disinilah terdapat alat-alat lunak seperti : mulut, alat
pencernaan makanan, dimana kadang-kadang kaki dan mulut itu dikelilingi oleh
cilia. Chapopoda dapat hidup sampai kedalaman 4750 m, secara bentonik dengan
melekatkan diri pada dasar yang lunak dengan bagian-bagian posterior dibawah.
Komposisi shell : zat organic dan tumbuh dengan penambah kearah bagian yang
besar. Pada permukaan luarnya kadang-kadang halus, tetapi tidak jarang pula
mempunyai coaste yang halus yang berjalan searah dengan shellnya. Shell dari
pada Schapopoda mudah dibedakan berdasarkan atas bentuknya dan tidak mempunyai
kamar-kamar.
Contoh spesies dari klas Schaphopoda :
#Klas Pelecyopoda
Pelecyopoda merupakan salah satu klas yang mempunyai
penyebaran yang luas dan adaptasi yang sangat baik. Adanya system bilateral
simetri dari tubuhnya baik bagian yang lunak maupun yang keras, mudah sekali
dibedakan dengan klas yang lain. Karena klas ini bersifat Bivalve (mempunai 2
valve). Bila valvenya tertutup maka bagian-bagian yang lunak dapat masuk
kedalam rongga antara valve. Pelechyopoda muncul pada kambrium, umumnya hidup
bebas, bergerak menambat pada dasar tetapi kadang-kadang hidup terpendam
dilumpur atau membuat lubang pada kayu, bahkan menambat didasar yang permanen.
Klasifikasi Pelechyopoda biasanya didasarkan pada bagian tubuhnya tertentu
yaitu :
1. Klasifikasi berdasarkan struktur
insang biasanya dipakai oleh para ahli biologi, dan berguna dalam penyelidikan
pelechyopoda
2. Klasifikasi berdasarkan susunan
gigi pada garis engsel dianggap penting sekali bagi paleontology karena biasa
diperiksa serta diamati pada fosil. Gigi pada Pelechyopoda terbagi atas 2
susunan yaitu taksodon, dimana gigi memusat mulai ari garis engsel ke tengah
kelopak dan aktinodon dimana gigi memancar dari umbu bawah
3. Klasifikasi berdasarkan oto
penutup secara ringkas adalah sebagai berikut : oto isomyaria dimana kedua
ototnya sama besar dan anisomyria dimana kedua ototnya tidak sama besar atau
hanya satu.
4. Klasifikasi berdasarkan evolusi,
dibuat berdasarkan penyesuaian diri dari pelechyopoda terhadap lingkungannya
yang mengakibatkan radiasi, hal ini menyebabkan timbul tiga cara hidupnya yaitu
hidup bebas pada dasar laut, melekat pada dasar dan menggali lubang.
5. Klasifikasi berdasarka gabungan
insang, susunan gigi, dan otot penutup kelopak. Berdasarkan klasifikasi ini
dikenal tiga ordo yaitu :
· Ordo Taxodonta : gigi taxodonta,
biasanya terdapat dua buah otot penutup yang sama besar, tanpa shipo
· Ordo Anisomyra : biasanya kelopaknya
tidak sama besar, otot penutup anterior hampir atau sudah lenyap, otot
posterior yang kuat sekali terdapat dekat titik tengah kelopak agak
dibelakangnya, gigi disodon atau isodon atau tidak ada sama sekali, hidupnya
melekat pada dasar laut dengan byssus atau secara langsung dengan semen, tidak
mempunyai siphon
· Ordo Eulamellibranchia : ordo ini
paling penting dan terdiri dari 26 super keluarga, mereka mempunyai dua buah
otot penutup yang sama besar atau sama dan juga memiliki siphio, giginya
skizodon, heterodon atau desmodon
Contoh spesies dari klas Pelechyopoda :
Klas Gastropoda
Gastropoda merupakan klas terbesar dalam phylum ini,
yang termasuk dalam klas ini adalah hewan yang mempunyai cangkang terputar atau
tidak dan terbuat dari zat kapuran. Semula mereka menghuni lautan tetapi dalan
Kala Mesozoikum dan Kenozoikum banyak jenis yang dapat menyesuaikan diri hidup
di air tawar atau payau dan beberapa beberapanya hidup didaratan. Ukuran
cangkangnya berkisaran antara 0,5mm-50cm.
Gastropoda terdiri dari :
Kepala; Pada kebanyakan Gastropoda bagian anterior
(muka) dari tubuhnya adalah kepalanya dan biasanya mempunyai berbagai macam
alat penginra. Dibagian ventral kepala terdapat sebuah mulut, sepasang mata
yang biasanya bergagang, dan sepasang atau dua pasang tentakel (alat peraba
berbentuk antena) yang bekerja sebagai alat pengindra. Mulut mempunyai radula,
yaitu suatu alat yang menyerupai lidah yang bergig-gigi serta parutyang gunanya
untuk menangkap atau mengunyah atau memangsa mangsanya. Radula ini terbuat dari
khitindan terdiri dari banya gigi yang jumlahnya berkisar 16-750000
1. Isi Perut; Terdiri atas saluran
pencernaan (usus) yang terletak langsung dibelakang rongga mulut, sebuah hati
yang cukup besar, ginjal, jantung, pembuluh darah alat perkembangbiakan, dan
jaringan urat saraf. Isi perut terletak di bagian dorsal kaki dan mengisi ruang
cangkang.
2. Kulit Mantel; Merupakan selaput
kulit tipis yang menyelubungi badan Gastropoda dan juga sebagai pembuat
cangkang.
3. Cangkang; Rangka luar disebut
cangkang dan jumlahnya hanya satu, berbentuk macam-macam, kebanyakan seperti
kerucut, atau tabung yang terbuka pada ujung satunya dan menjadi runcing pada
ujung suatu sumbu, sehingga berupa spiral. Spiral ini dapat berputar dalam satu
bidang (planispiral) dan 3 dimensi (trochoid spiral). Putaran itu menghubungkan
satu sama lain dan tempat sambungnya merupakan suatu garis yang disebut sutura.
Putaran yang terakhir biasanya lebih besar dari putaran yang lebih dahulu.
Cangkang disebut tertutup, jika putaran yang akhir menutupi putaran yang lebih
dulu. Dinding cangkang terdiri dari tiga lapisan yaitu dari luar kedala berturut-turut
:
· Peritoisme tipis terbuat dari zat
kitin
· Lapisan Prisma terbuat dari karbonat
· Lapisan muara yang terbuat dari
karbonat
Contoh spesies dari klas Gastropoda :
#Klas Cephalopoda
Cephalopoda merupakan hewan inverterbrata yang paling
progresif disbandingkan dengan golongan inverterbrata lainnya. Hewan ini dapat
memiliki cangkang di luar atau didalam. Badan hewannya yang lunak memiliki sebuah
kepala dengan sepasang mata besar dengan perkembangan yang baik seperti mata
ikan, alat pendengaran dan mulut dengan rahangnya yang menyerupai paruh burung
kakak tua dan dikelilingi oleh tangan-tangan yang berfungsi untuk meraba dan
menangkap (tentakel).
Kelas Cephalopoda dapat dibagi menjadi 3 subklas yaitu
:
1. Subklas Naulitoidea
Naulitoidea mempunyai cangkang luar dan terdiri dari
sebuah tabung yang terbuka pada ujung yang satu dan menjadi rumit pada ujung
lainnya. Tabung ini dapat berbentuk lurus, bengkok atau spiral. Dalam bentuk
spiral putarannya (coil) dapat tertutup (involut) dan terbuka (evolut). Dinding
cangkang dari bagian luar kedalam terdiri dari 4 lapisan, yaitu:
· Lapisan kitin
· Lapisan gampingan
· Lapisan porselin
· Lapisan mutiara
2. Subklas Ammonoidea
Pada kebanyakan Ammonoidea cangkangnya terputar pada
satu bidang, tetapi beberapa cangkangnya dapat lurus misalnya pada
Lobobacteries. Garis suture pada Ammonoidea sangat rumir, bentuk dari garis
suture ini berlainan pada tiap Ammonoidea dan sangat penting bagi klasifikasi
hewan ini. Garis gelombang pada Ammonoidea dapat dibagi dalam beberapa bagian
yaitu sadle dan gelambir
3. Subklas Coleodea
Cangkang Coleodea lurus dengan dua buah insang.
Tentakel berjumlah 8 atau 10 buah. Rangka berada didalam atau tidak mempunyai
sama sekali. Yang termasuk subklas ini adalah spirula yang masih hidup
sekarang. Dari subklas ini ada 4 ordo yaitu :
· Ordo Belemnoidea
· Ordo Sepoidea
· Ordo Tenthoidea
· Ordo Octhopoda
Dari keempat ordo ini, ordo Belemnoidea telah puna.
Diantara Celenoidea yang terpenting untuk keperluan statigrafi adalah golongan
Belemnoidea.
Contoh spesies dari klas Cephalopoda :










